Sejarah Desa Leilem Tiga

Menyelami Sejarah Desa Leilem Tiga

Riwayat Hukum Tua Desa Leilem tiga

Berikut adalah riwayat Hukum Tua (Kepala Desa) Desa Leilem tiga dari tahun 2007 hingga sekarang:

Pjb. Ernest Longkeng

Pjb. Ernest Longkeng

Periode: 2007
Sampai: 2009
Pjb. Drs. Djemie Lombogia

Pjb. Drs. Djemie Lombogia

Periode: 2009
Sampai: 2011
Foldy Longkeng

Foldy Longkeng

Periode: 2011
Sampai: 2022
Johnly Tamuntuan, S.Kep, Ns

Johnly Tamuntuan, S.Kep, Ns

Periode: 2022
Sampai: sekarang

Catatan Penting

Pada 3 Oktober 2007, Desa Leilem dimekarkan menjadi 3 desa: Desa Leilem, Desa Leilem II, dan Desa Leilem tiga. Hukum Tua yang ditampilkan di atas adalah pemimpin dari Desa Leilem tiga sejak pemekaran tersebut.

Sejarah Desa Leilem tiga

Menelusuri Jejak Para Dotu dan Tonaas

1. Asal-usul/Legenda Desa

Pada mula pertama si Rorimpandei yang terkenal membuka negeri di Minahasa pada jaman dahulu diperintah oleh kepala Walak (Ketua Adat) Sonder yang bernama Keintjem untuk membuka negeri disebelah timur.

Setelah mendapat perintah maka berangkatlah mereka (Rorimpandei, Ponto, Sembor dan Timbuleng) ke timur ...

Ditengah jalan mereka sudah merasa haus akan tetapi mereka tidak dapat air untuk dimunum, maka mereka meminta air melalui opo-opo dengan berdoa, permintaan mereka dikabulkan lalu tempat itu dinamakan Rano Mokey ...

Sesudah itu mereka meneruskan perjalanan menuju keatas (kaki gunung Lengkoan) sampai diatas mereka beristirahat dan membuat kursi yang terbuat dari batu yang disebut batu Kadera ...

Maka sampailah mereka pada suatu tempat yang rata (disekitar batu Tumotowa sekarang), karena ditempat itu boleh dijadikan perkampungan maka mereka mencari batu sebagai tanda yang disebut Batu Tumotowa ...

Mulai pada waktu itu Negeri yang mereka buka, mereka namakan Leilem yang terambil dari Pohon yang ada dimuara sungai yaitu Pohon Leilem ...

Pemimpin Pertama:

  • Tonaas: Timbuleng
  • Pamatuan: Ponto
  • Kamarua: Sembor

Catatan: Tahun berdirinya tidak diketahui lagi.

2. Sejarah Batu Touar/Batu Karema (Batu Kadera)

Batu ini menjadi pusat agama Touar atau Agama Karema pada jaman dahulu. Batu ini dibuat oleh Karema untuk meneruskan kepercayaanya pada Opom Wana Natas yang menjadi kepercayaan Bangsa Touar selama-lamanya.

3. Sejarah Batu Tomoutowa

Sejarah lahirnya Desa Leilem sekitar tahun 1700 an yang dibangun oleh Lima Dotu/Lima Opo yakni Opo Pua, Opo Laoh, Opo Roring, Opo Ponto, Opo Long (Dotulong). Kelima opo ini adalah Tonaas-tonaas wangko yang percaya kepada roh-roh leluhur ...

💡 Batu Tomoutowa dikenal juga sebagai "Batu Pemanggil" atau monumen awal berdirinya desa.

4. Sejarah Agama Touar/Agama Adat

  • •

    Percaya pada Opo Wana Natas /Opo Empung

  • •

    Percaya pada Karema/Kamang Repeesan Manguni Maka Siouw (Karunia Roh Leluhur)

  • •

    Dapat Mengusir roh-roh Jahat

  • •

    Ahli perang memiliki pusaka-pusaka yang dapat melumpukan musuh

  • •

    Memiliki Obat ramuan yang berkhasiat mujisat yang diwariskan oleh Tuhan pada Touar

  • •

    Memiliki roh pemersatu bangsa

  • •

    Memiliki roh kepandaian /hikmat dari Tuhan

  • •

    Memiliki/ahli dalam bercocok tanam

  • •

    Percaya pada Opo Wana Natas sebagai Roh pelindung luput dari segala bahaya

5. Pemerintahan Belanda

Awal tahun 1800 dibawah Pemerintahan Tonaas Wangko Dotu Leng dari Kawangkoan keturunannya.

Urutan Pemerintahan:

  • Dotu Lengkoan atau Lengkong
  • Dotu Lengkei
  • Dotu Timbuleng
  • Timbuleng adalah Tonaas I (pertama) Pemerintahan Belanda dileilem bertepatan mulainya masuk agama Nasrani kristen oleh Swars dan kawan-kawan.

6. Urutan Kepala Desa

Pemerintahan sudah ada sejak ada Pemerintahan yang berlaku. Berikut adalah urutan Kepala Desa sejak Tahun 1700 sampai sekarang:

Tahun 1700-1867 (Sebelum Pemerintahan Belanda)

  • • Timbuleng
  • • Pua
  • • Laoh
  • • Roring
  • • Ponto (Tonaas)

Tahun 1867 - Sekarang (Pemerintahan Belanda dan Sesudahnya)

1867-1907 Jacob Raintung (Pemerintahan Hukum Tua)
1907-1921 Fredriek Ponto
1921-1933 Wihelmus Sela
1933-1951 Iklemen Ponto
1951-1960 Paulus Ponto
1960-1965 Albrecth Ponto
1965-1973 Wellem Raintung
1973-1977 Daniel Lontaan
1977 (Mei-Agustus) Jan Fredinad Tamon (Penjabat)
1977-1979 Zeth Tamon
1979-1980 Wellem Raintung (Penjabat)
1980-1985 Jantje Palar
1985-1986 J.S. Watung (Penjabat)
1986-1987 Berty Mandagi (Penjabat)
1987-1989 Ernest Longkeng (Penjabat)
1989-1992 Wem Tamon
1992-2000 Jantje Palar
2000-2001 Max Doringin (Penjabat)
2001-2007 Jack N. Rende
2007-Sekarang Ir. Robert R. Roring

Pemekaran Desa (2007)

Pada 3 Oktober Tahun 2007, Desa Leilem dimekarkan menjadi 3 Desa yakni Desa Leilem, Leilem II, dan Leilem tiga.